Said Aqil Sebut China juga NU, CEO AMI Foundation: China Ganggu Umat Islam dan Umat Lain! - Pejuang.Net - Pusat Berita Islam Indonesia

Breaking

Jumat, 26 Juli 2019

Said Aqil Sebut China juga NU, CEO AMI Foundation: China Ganggu Umat Islam dan Umat Lain!


PEJUANG.NET - Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj sempat meminta umat Islam di RRT untuk tidak mengganggu politik di RRC dengan tidak masuk ke wilayah politik.

Hal itu disampaikan Kiai Said saat mengomentari pemberian santunan Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia Xie Feng bagi 500 anak yatim piatu dan santri NU (06/07/2015).

Said mengakui, memang hubungan Muslim Tiongkok dengan Nusantara sudah terjalin sejak dahulu kala. Perkawinan campuran juga sudah terjadi sejak era penyebaran Islam di Jawa zaman Wali Songo."Makam Sunan Gunung Jati juga diziarahi orang Tionghoa. Jadi budaya kita sama lah, ziarah kubur. Cina juga NU," kelakar Kiai Said ketika itu, dilansir detikcom.

Pernyataan Kiai Said itu sangat membekas bagi CEO AMI Foundation, Azzam M Izzulhaq. Di akun Twitter @AzzamIzzulhaq, Azzam meminta Kiai Said untuk mengubah statementnya. Menurut Azzam, umat Islam tidak pernah mengganggu China, tetapi China-lah yang mengganggu umat Islam dan umat beragama lainnya.

Tak hanya itu, Azzam juga menantang akan menyantuni 1000 anak yatim NU dengan nominal dua kali lipat lebih banyak dari santunan yang diberikan China.

“Umat Islam tidak pernah mengganggu China. China-lah yg mengganggu umat Islam dan umat beragama lainnya. Begini saja, saya santuni 1000 anak yatimnya dengan nominal 2 kali lipat lebih banyak dari santunan China, berkenan merubah statement?,” tantang @AzzamIzzulhaq.

CEO AMI Group ini pernah mengunjungi lebih dari 8 kota di wilayah provinsi Xinjiang selama 29 hari. Azzam berkunjung ke Xinjiang tanpa diundang, difasilitasi, diantar. Sebaliknya, diinterogasi, diikuti, diancam penguasa China.

Menurut Azzam, pemeriksaan dan penagawasan super ketat dilakukan karena ada hal yang ingin ditutupi oleh otoritas setempat. Menurut laporan HRW, sekitar satu juta Uighur berada ditahan tanpa pengadilan dalam kamp-kamp konsentrasi yang tersebut di wilayah Xinjiang.

“Jika memang tidak ada apa-apa, maka tidak perlu ada pemeriksaan super ketat, tidak perlu ada pelarangan masuk, tidak perlu menggeledah, tidak perlu menguntit,” tegas Azzam seperti dikutip kiblat.net (06/02/2019).


Publis by : Pejuang.Net 
Ikuti kami di channel Telegram : t.me/pejuangofficial
Facebook : https://www.facebook.com/pejuangofficial
Flow Twitter Kami: @PejuangNet 
Sumber : itoday

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

';