Tembak Sesama Polisi, Brigadir Rangga Bisa Jadi Pakai Narkoba - Pejuang.Net - Pusat Berita Islam Indonesia

Breaking

Sabtu, 27 Juli 2019

Tembak Sesama Polisi, Brigadir Rangga Bisa Jadi Pakai Narkoba


GELORA.CO - Tindakan arogan yang dilakukan Brigadir Rangga Tianto yang menembak mati anggota Ditlantas Polda Metro Jaya, Bripka Rahmat Effendy bisa jadi diakibatkan oleh pengaruh alkohol maupun narkoba.

Hal itu disampaikan Ahli Psikologi Forensik, Reza Indragiri lantaran dalam beberapa kasus serupa, pengaruh alkohol dan psikotropika kerap menjadi faktor utama.

"Saban kali melihat perilaku yang ekstrem di luar kendali, saya mengaitkannya ke kemungkinan itu (pengaruh alkohol atau narkoba)," ucap Reza Indragiri kepada Kantor Berita RMOL, Jumat (26/7).

Menurut Reza, setiap orang yang berada di bawah pengaruh alkohol dan narkoba dimungkinkan menimbulkan perilaku agresif yang sangat tinggi. Apalagi perilaku agresif itu terjadi oleh seorang yang berkuasa penuh terhadap senjata api.

"Akibat keberadaan senjata, individu bisa sewaktu-waktu terprovokasi oleh senjatanya untuk menggunakannya, betapa pun tanpa niat sejak awal. Bayangkan jika efek senjata itu bertemu dengan rangsangan dari luar. Probabilitas munculnya perilaku agresif akan semakin tinggi," paparnya.

Namun selain faktor pengaruh narkoba ataupun alkohol, faktor kepribadian juga bisa mengakibatkan munculnya tindakan arogansi seseorang karena emosi yang sangat tinggi.

"Intinya, ada faktor dalam (kepribadian) dan faktor luar (situasi, narkoba, senjata) yang berpengaruh," katanya.

Oleh karenanya, pihak kepolisian diharapkan melakukan pengecekan terhadap oknum polisi tersebut untuk mengetahui kemungkinannya terpengaruh zat-zat tersebut.

"Juga relevan untuk mengecek kemungkinan adanya pengaruh narkoba," tandasnya.

Bripka Rahmat Effendy tewas di ruang Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Cimanggis, Depok, Jawa Barat pada Kamis (25/7) sekitar pukul 20.30 WIB setelah ditembak Brigadir Rangga sebanyak tujuh tembakan di bagian tubuh.

Aksi penembakan tersebut dilatarbelakangi keponakan pelaku yang ditangkap dalam kasus tawuran. Pelaku sempat meminta kepada Bripka Rahmat untuk membebaskan keponakannya tersebut namun ditolak. [rmol]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

';