Pimred TV Tempo Diangkat Jadi Komisaris BUMN Hutama Karya, Warganet: “Oh ini toh hasil jadi media buzzer rezim” - Pejuang.Net - Pusat Berita Islam Indonesia

Breaking

Jumat, 09 Agustus 2019

Pimred TV Tempo Diangkat Jadi Komisaris BUMN Hutama Karya, Warganet: “Oh ini toh hasil jadi media buzzer rezim”


PEJUANG.NET - Corporate Communication Officer (CCO) Kelompok Usaha Tempo dan Pemimpin Redaksi TV Tempo, Wahyu Muryadi, diangkat menjadi Komisaris Independen BUMN PT Hutama Karya (Persero).

Wahyu mengatakan dia resmi menjadi komisaris di perusahaan pelat merah tersebut lewat penandatanganan surat pengangkatan pada 28 Mei 2019. Lalu, Wahyu mulai aktif bekerja menjadi komisaris per 1 Juni 2019.

“Ini tawaran yang menantang, saya akan melakukan pengawasan dengan sebaik-baiknya agar kinerja Hutama Karya bisa lebih baik kedepannya,” kata Wahyu, seperti dilansir Tempo, Jumat (9/8/2019).

Wahyu kemudian mengundurkan diri dari Tempo.

Kabar ini mendapat reaksi dari warganet.

“Oh ini toh hasil jadi media buzzer rezim. Baiklah,” ujar @awemany.

Oh ini toh hasil jadi media buzzer rezim. Baiklah. https://t.co/lQCpuYXWxq

— Bitte langsam, Awe! (@awemany) August 9, 2019

Seperti ini mau dibilang media netral.

Sampah.

— Penyair jalanan (@rusmin_siagian) August 9, 2019

Nah gitu dong PELACUR

— Benitton Stolenberg (@BStolenberg) August 9, 2019


[portal-islam.id] Jumat, 09 Agustus 2019  


***

Wahyu Muryadi mantan ‘orangnya Gus Dur’ itu pernah didemo FPI.

Inilah beritanya.

Pemred Tempo Temui Massa FPI, Janjikan Hak Jawab

Jumat, 16 Maret 2018 | 17:36 Wib | Laporan:    

Pemimpin Redaksi (Pemred) Majalah Tempo, Arif Zulkifli, dan Corporate Secretary Tempo, Wahyu Muryadi, menemui massa dari Front Pembela Islam (FPI) di depan kantornya.

Setelah berdiskusi beberapa jam dengan perwakilan dari FPI, pihak Tempo menemui langsung massa FPI dan mengatakan persoalan ini akan diselesaikan di Dewan Pers.

“Kami menyatakan penyesalan yang sebesar-besarnya,” ujar Wahyu menggunakan pengeras suara di hadapan ratusan demonstran, di depan Gedung Tempo, Palmerah, Jakarta Selatan, Jumat sore (16/3).

Arif Zulkifli menambahkan, pihaknya akan memberikan hak jawab atas keberatan FPI melalui majalah edisi selanjutnya.

“Kami akan menyampaikan hak jawab, melalui edisi yang secepatnya, yaitu Senin pekan depan,” tegas Arif.

Setelah pimpinan Tempo menemui massa, akhirnya massa FPI membubarkan diri setelah bertahan dari siang setelah Salat Jumat tadi. 

Dalam unjuk rasa, anggota FPI mengecam kartun “Pria Bersorban Tak Jadi Pulang” yang dimuat Majalah Tempo edisi 26 Februari 2018. 

Kartun tersebut menggambarkan seorang ulama berpakaian gamis dan bersorban tengah berbincang dengan seorang perempuan yang dianggap menggunakan pakaian tidak sopan.

Meski tidak ada keterangan siapa sosok ulama di karikatur itu, bagi mereka kartun sengaja dibuat untuk menyerang Imam Besar FPI, Rizieq Shihab. [ald]
/rmol.id

Publis by : Pejuang.Net 
Ikuti kami di channel Telegram : t.me/pejuangofficial
Facebook : https://www.facebook.com/pejuangofficial
Flow Twitter Kami: @PejuangNet 
Sumber : nahimunkar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

';