Tangkisan-tangkisan Anies Baswedan Soal Keanehan Anggaran - Pejuang.Net - Pusat Berita Islam Indonesia

Breaking

Senin, 04 November 2019

Tangkisan-tangkisan Anies Baswedan Soal Keanehan Anggaran


GELORA.CO - Beberapa hari terakhir rencana anggaran DKI tahun 2020 menjadi sorotan publik karena ada beberapa anggaran yang dianggap salah atau aneh. Tangkisan-tangkisan pun disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menjelaskan soal keanehan anggaran.

Anggaran-anggaran aneh yang muncul itu di antaranya biaya influencer Rp 5 miliar, jalur sepeda Rp 73 miliar, pengadaan lem aibon Rp 82,8 miliar, hingga anggaran ballpoint di Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jaktim sebesar Rp 124 miliar. Berikut tangkisan-tangkisan Anies soal keanehan anggaran:

1. Sistem Digital tapi Tidak Smart

Anies mengatakan sistem digital yang tidak smart menjadi penyebab adanya keanehan anggaran. Sistem warisan yang mengandalkan manusia itu, kata dia, mengakibatkan adanya masalah penganggaran selama bertahun-tahun.

"Iya, jadi sistemnya sekarang ini sudah digital, but not a smart system. Itu hanya digital aja, mengandalkan orang untuk me-review. Itu sudah berjalan bertahun tahun. Karena itu ini akan diubah, tidak akan dibiarkan begitu saja. Let's do it in a smart way," ucap Anies Baswedan kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (30/10).

Menurut Anies, sistem yang smart bisa mengoreksi kesalahan memasukkan data. Dengan demikian, kemungkinan munculnya anggaran yang aneh akan bisa dikurangi.

"Kalau smart system dia bisa melakukan pengecekan, verifikasi. Dia bisa menguji. Ini sistem digital tetapi masih mengandalkan manual," ucap Anies.

2. Tak Mungkin Membeli Lem Aibon Rp 82 M

Anies menegaskan tidak mungkin membeli lem Aibon seharga Rp 82,8 miliar seperti dalam rencana Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) DKI 2020. Anies sendiri mengaku menemukan beberapa kejanggalan lain dalam rencana anggaran itu.

"Nggak mungkin beli lem Aibon Rp 82 miliar. Saya itu menemukan beli Rotring Rp 35 miliar, ballpoint Rotring. Kemudian ATK Rp 1,6 triliun. Jadi itu sudah kita temukan, itu yang akan koreksi. Dan ini salahnya sistem karena mengandalkan manusia," ucap Anies Baswedan kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (30/10).

3. Sudah Sisir Anggaran dan Koreksi Keanehan

Anies mengakui ada keanehan di beberapa usulan anggaran 2020 yang saat ini sedang dibahas. Anies mengaku sudah menyisir satu persatu dengan anak buah tapi tak mau mengumumkannya. Sebab, dia enggan membuat kehebohan.

"Saya kerjakan satu-satu kemarin. Tapi saya tidak berpanggung. Jadi mengerjakan itu tidak kemudian... Saya kerjakan. Satu-satu lihat, tim kita review satu-satu. Dan saya panggil semuanya, saya tunjukkan keanehan itu. Saya tidak umumkan keluar," ucap Anies Baswedan kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (30/10/2019).

Menurut Anies, dia memilih koreksi internal. Dia mengaku tidak mau mengumumkan dan menyoroti anak buahnya secara terbuka karena bikin heboh.

"Karena saya mau koreksi, tidak bisa seperti ini terus. Kalau diumumkan hanya menimbulkan kehebohan. Sebenarnya kelihatan keren sih marahin anak buahnya," ucap Anies.

4. Tak Mau Cari Panggung Saat Temukan Keanehan

Anies sempat mengumpulkan jajarannya pada 23 Oktober 2019 lalu dan meminta mereka menyisir ulang proses penyusunan anggaran. Acara itu sendiri tertutup dari media. Videonya pun baru diunggah pada 29 Oktober 2019 kemarin.

Saat itu, Anies menyoroti anggaran alat tulis puluhan miliar hingga anggaran hadiah lomba. Dia juga memberi berbagai pesan kepada bawahannya.

"Saya kerjakan satu-satu kemarin. Tapi saya tidak berpanggung. Jadi mengerjakan itu tidak kemudian... Saya kerjakan. Satu-satu lihat, tim kita review satu-satu. Dan saya panggil semuanya, saya tunjukkan keanehan itu. Saya tidak umumkan keluar," ucap Anies Baswedan kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (30/10/2019.

5. Sindir PSI Cari Panggung

Anies bicara soal munculnya keanehan di rencana penganggaran 2020 yang menurutnya berpangkal pada sistem yang bermasalah. Dalam penjelasan itu, terselip sindiran untuk PSI yang sedang getol menyoroti rencana anggaran di Jakarta.

Anies, mengatakan dia memilih untuk mengoreksi anggaran itu secara internal. Dia mengaku sudah lebih dahulu bicara ke jajarannya sebelum PSI mulai menyoroti anggaran-anggaran tersebut. Hal itu dilakukan karena dirinya enggan mencari panggung.

"Sebelum mereka (PSI) ngomong, saya sudah ngomong. Saya sudah bicara di dalam. Saya sudah bicara sebelumnya dan kita review. Bedanya, saya tidak manggung. Bagi orang-orang baru, manggung. Ini adalah kesempatan beratraksi," kata Anies di Balai Kota DKI, Rabu (30/10/2019).

"Saya mau memperbaiki sistem, bukan mencari perhatian," sambungnya.

6. Akan Perbarui Sistem Budgeting Demi Transparansi

enyebut akan memperbarui sistem e-budgeting. Anies menuturkan nantinya masyarakat dapat memberikan komentar di sistem baru ini.

"Yang akan dilakukan adalah upgrade, agar tetap anggaran itu nanti bisa diakses. Bahkan bukan hanya bisa dilihat, tapi juga bisa memberikan komentar langsung. Kalau saat ini publik itu hanya bisa lihat tapi tidak bisa memberikan (komentar)," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (1/11/2019).

Anies mengatakan pihaknya akan mengedepankan prinsip transparansi. Selain itu, dia menyebut e-budgeting akan dibuat lebih canggih atau smart.

"Kita mengedepankan prinsip transparansi akuntabilitas dan smart system, itu kita pegang," ujar Anies.

7. Minta Kesalahan Anggaran Dikoreksi, Bukan Diramaikan

Anies meminta masyarakat tidak meramaikan anggaran DKI yang dinilai aneh. Anies pun meminta peran aktif masyarakat dalam mengawasi anggaran DKI. Anies mengimbau masyarakat agar membantu mengoreksi kerja Pemprov DKI dengan cara mengoreksi bukan meramaikan masalah itu.

"Tapi, ya, itu tadi, kami ini di pemerintah, kalau ada masalah ya dikoreksi, perbaiki. Bukan diramaikan, insyaallah akan segera beres," kata Anies.[dtk]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

';