2 Kelompok Wanita Penghuni Neraka - Pejuang.Net - Pusat Berita Islam Indonesia

Pejuang.Net - Pusat Berita Islam Indonesia

Situs Islam Rujukan

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Minggu, 05 Mei 2019

2 Kelompok Wanita Penghuni Neraka


Pejuang.Net - Rasulullah ﷺ bersabda :

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا: قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُوْنَ بِهَا النَّاسَ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيْلَاتٌ مَائِلَاتٌ، رُؤُوْسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ، لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيْحَهَا، وَإِنَّ رِيْحَهَا لَيُوْجَدُ مِنْ مَسِيْرَةِ كَذَا وَكَذَا

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Rasûlullâh ﷺ bersabda : Ada dua golongan penghuni Neraka, yang belum pernah aku lihat, yaitu (1) Suatu kaum yang memegang cambuk seperti ekor sapi. Mereka mencambuk manusia dengannya. Dan (2) wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, ia berjalan berlenggak-lenggok menggoyangkan (bahu dan punggungnya) dan rambutnya (disasak) seperti punuk unta yang condong. Mereka tidak akan masuk Surga dan tidak akan mencium aroma Surga, padahal sesungguhnya aroma Surga itu tercium sejauh perjalanan sekian dan sekian." (HR. Muslim)

Dalam hadits ini, Nabi ﷺ mewasiatkan kepada kaum wanita untuk tidak bertabarruj. Caranya dengan selalu mengingatkan mereka agar jangan sampai termasuk dalam golongan penghuni neraka yang belum pernah dilihat Nabi ﷺ. Yaitu wanita yang berpakaian tapi telanjang. Maksudnya, para wanita ini sebenarnya berpakaian, namun karena pakaian itu tidak menutup seluruh bagian tubuhnya, mereka dianggap telanjang. Bisa karena pakaian itu sangan tipis dan transparan atau karena sangat ketat hingga menampakkan lekuk tubuh atau terlalu minim sehingga aurat mereka terlihat.

Golongan yang diklaim Allah sebagai ahli neraka yang belum pernah dilihat Nabiﷺ dalamhidupnya ini bisa kita saksikan pada zaman ini. Cukuplah ini sebagai salah satu bukti akan kenabian dan mukjizat Nabi Muhammad ﷺ.

Ukhti Muslimah...

Jangan terpedaya dengan banyaknya wanita yang bertabarruj. Jangan merasa minder dan susah karena mengenakan jilbab. Sebab, ada nilai ketaatan pada Allah Sang Pemilik alam juga upaya untuk selamat dari panasnya neraka ketika Anda memilih munutup aurat. Jadi, jangan terpedaya dengan banyaknya menempuh jalan kesesatan, karena di hari kiamat nanti Anda hanya akan datang sendiri. Dan kepada Anda, Allah akan bertanya, "Mengapa tidak engkau tutup auratmu?"

Tidakkah Anda mendengan Allah  berfirman :

...وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا

Artinya : "Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya..." (QS. An-Nur {24} : 31)

Sebenarnya ada propaganda dari bangsa Yahudi di balik busana ketat, minim dant erbuka yang banyak dipakai oleh para wanita. Dan pemilik rumah mode internasional adalah aktornya. Aktok di balik merebaknya berbagai penyimpangan, termasuk merajalelanya perbuatan zina di seantero dunia. Mereka ingin, budaya telanjang ini membudaya di kalangan umat Islam. Dengan demikian, bukan lagi hal sulit untuk mereka menguasai dan mengalahkannya. Yakni, ketika tindakan amoral dan bermacam penyimpangan menjadi biasa, rusaklah para pemuda islam. Sementara, senjata dan amunisi umat ada pada pemudanya. Jika pemudanya terbiasa dengan hidup santai dan budaya telanjang, jihad dan perang mereka abaikan dan tinggalkan. Dan tak ada lagi pada mereka kepedulian pada permasalahan umatnya.

Ukhti muslimah...

Dengan pakaian minim dan ketat yang Anda kenakan di jalaan, Anda telah membuat para pemuda tergoda untuk melihat Anda juga aurat Anda. Anda akan memancing syahwat mereka sekaligus menampakkan siapa Anda sebenarnya. Relakan Anda dengan ini semua? Sukakah Anda menjadi pusat perhatian dan mengundang para pemuda dan lainnnya untuk mengganggu Anda?... Tidakkan Anda malu kepada Allah? Tidakkah Anda malu pada diri sendiri dan sesama manusia?.

Ukhti Muslimah...

Jangan sampai terpedaya oleh seruan emansipasi. Kebebasan tidak berarti Anda harus menanggalkan pakaian. Pada dasarnya para pendukung emansipasi (yang notabane adalah orang-orang sekuler) itu sangan ingin wanita lepas dari ikatan agama, norma dan akhlak. Itulah tujuan utama mereka. Sehingga tak ada lagi beda antara wanita barat dan mereka.

Semboyan emansipasi (wanita) hanyalah tameng mereka untuk menipu kaum hawa. Kalau benar mereka ingin memperjuangkan keadilan bagi wanita, membebaskan mereka dari belenggu kebodohan, tentu mereka diseru untuk berkomitmen dengan Islam. Islam yang luhur, bersih dari penyimpangan untuk kemudian membuang jauh segala bentuk kebiasaan yang menyelisihi agama Allah tersebut. Betapa sebenarnya Islam sudah terlebih dulu membebaskan wanita dari belenggu kebodohan dan keterbelakangan. Memberikan seluruh hak mereka tanpa sedikitpun terkurangi. Sayangnya, beberapa kebiasaan yang jelas menyimpang dari ajaran Islam sudah terlanjur menyerang masyarakatnya. Maka sikap yang benar adalah kembali kepada sumber Islam yang murni. Al-Quran dan As-Sunnah. Berikutnya meninggalkan segala kebiasaan menyimpang dari keduanya. Dan bukannya malah melepaskan diri dari akhlak dan agama.

Apa yang menghalangi seorang muslimah yang taat beragama untuk menjadi dokter (misalnya)? Apakah kemajuan ilmiah seorang wanita harus selalu identik dengan dekadensi moralnya? Sebenarnya para pendukung gerakan emansipasi wanita di barat terpedaya oleh kemajuan ilmu dan kebudayaan yang dicapai di sana. Mereka meyakini jika kemajuan itu teraih dengan kebebasan. Kebebasan dalam arti berpalingnya mereka dari agama, norma dan kahlak. Sehingga tanpa peduli baik atau buruk, kebudayaan barat itu meraka serukan kepada setiap orang dan kalangan.

Memang benar sebagai umat Islam kita diperintahkan untuk mengambil segala jenis ilmu, merki ilmu itu bukan berasal dari kalangan kita. Kita juga dianjurkan untuk terus meningkatkan kemajuan budaya. Akan tetapi, di waktu yang sama kita mesti ingan jika kita sangan dilarang untuk meniru pemikiran, norma dan akhlak dari selain kita. Sebab apa yang kita miliki jauh lebih baik, lebih suci, lebih bersih dan lebih sempurna.

Diambil dari buku 100 pesan nabi untuk wanita, karya Adil Fathi Abdullah.

Publis by : Pejuang.Net │ Ikuti kami di channel Telegram : t.me/pejuangofficial

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad