Ketua MK Kutip Alquran: Kami Tanggung Jawab kepada Allah - Pejuang.Net - Pusat Berita Islam Indonesia

Pejuang.Net - Pusat Berita Islam Indonesia

Situs Islam Rujukan

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Kamis, 27 Juni 2019

Ketua MK Kutip Alquran: Kami Tanggung Jawab kepada Allah


PEJUANG.NET - Ketua Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman menegaskan pihaknya tidak memihak kepada siapapun dalam memutus sidang sengketa Pilpres 2019.

Saat membuka sidang putusan, Anwar menyebut sembilan hakim MK akan memutus dengan adil dan bertanggung jawab kepada Allah SWT.

"Kami akan mempertanggungjawabkan putusan ini kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa sesuai amanah Allah dalam surat An-Nisa ayat 58 dan 135, surat Al-Maidah ayat 8 sebagaimana yg diungkap pemohon dan pihak terkait," kata Usman dalam sidang di Gedung MK, Jakarta, Kamis (26/7).

Anwar menyampaikan MK akan memutus perkara berdasarkan fakta yang dihadirkan dan mampu dibuktikan selama persidangan sengketa ini.

Ia mengakui putusan hari ini tak akan bisa diterima oleh semua pihak. Namun ia meminta agar tidak dipolitisasi lebih lanjut.

"Kemudian kami menyadari sepenuhnya bahwa putusan ini tidak mungkin memuaskan semua pihak. Kami mohon jangan dijadikan ajang menghujat dan memfitnah," tutur Anwar.

Diketahui surat An-Nisa ayat 58 berisi soal perintah untuk menunaikan amanat. Adapun terjemahan ayat tersebut "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat".

Sementara surat Al-Maidah ayat 8 berisi tentang perintah Allah SWT untuk menegakkan kebenaran dan menjadi saksi yang adil. Adapun terjemahan ayat tersebut "Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan". 


Publis by : Pejuang.Net 
Ikuti kami di channel Telegram : t.me/pejuangofficial
Facebook : https://www.facebook.com/pejuangofficial
Flow Twitter Kami: @PejuangNet
Sumber : cnn/gl

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad