Kritik ISIS, Syaikh Ashim Umar: Jihad Itu Lekat dengan Persatuan dan Kerja Sama - Pejuang.Net - Pusat Berita Islam Indonesia

Pejuang.Net - Pusat Berita Islam Indonesia

Situs Islam Rujukan

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Rabu, 19 Juni 2019

Kritik ISIS, Syaikh Ashim Umar: Jihad Itu Lekat dengan Persatuan dan Kerja Sama


Pejuang.Net - Seorang tokoh al-Qaidah, Syaikh Ashim Umar, merilis sebuah pernyataan yang memuji dan mengapresiasi kemenangan Taliban di Afghanistan. Di samping itu, pesan dan pernyataan terbaru Ashim Umar bertajuk “Dan Di Hari Itu Orang-Orang Beriman Bergembira” yang dirilis pada hari Kamis (13/06) oleh As-Sahab ini juga menjelaskan jihad itu sesuatu yang melekat dengan persatuan dan kerja sama.

Syaikh Ashim Umar memaparkan bahwa kemenangan Imarah Islam (Taliban) bisa dijadikan sebuah role-model bagi Mujahidin bahwa jihad itu sesuatu yang melekat dengan persatuan dan kerja sama/ aliansi. Ia membandingkan jihad Taliban ini dengan strategi ‘pecah belah dan taklukkan’ ala ISIS yang menyebabkan para pejuang jihadis saling menyerang satu sama lain.

“Jika tidak ada persatuan, maka perang yang hampir saja kalian menangkan akan ditikam dari belakang seperti yang terjadi di Iraq dan Syam, dan buah jihad akan hilang,” kata Umar. Sebaliknya (jika tidak ada persatuan dan kerja sama, red.), kata Ashim Umar memperingatkan, “Sebuah khilafah bisa dihabisi atas nama jihad dan khilafah juga.” Maka dari itu, upaya perjuangan menegakkan kembali khilafah harus dilakukan bersama-sama dengan siapa saja yang berjihad untuk tujuan yang sama.

Yang sedang dibicarakan oleh Ashim Umar dalam pesan Idul Fitri tersebut adalah jelas tentang Negara Islam atau ISIS ala Abu Bakar al-Baghdadi. “Ada banyak pelajaran berharga dari kemenangan Imarah Islam (Taliban) bagi mereka yang mengatasnamakan jihad terjebak di ISIS dan yang hari ini menjadi proksi kekuatan-kekuatan internasional,” kata Umar.

Lebih jauh Umar menjelaskan bahwa ISIS bekerja untuk melemahkan Imarah Islam Taliban. “Mereka melemahkan jihad global (juga) atas nama jihad dan khilafah,” jelas Umar. “Mereka seharusnya memahami bahwa kekuatan-kekuatan dunia itu ingin menggunakan formula atau cara yang telah mereka gunakan di Iraq dan Syam (Suriah) untuk memusuhi Imarah Islam… untuk menikam Umat dari belakang dengan menggunakan belati ISIS. Cara itu sedang mereka lakukan di provinsi Nangarhar.”

Umar memperingatkan akan bahaya ISIS terhadap perjuangan Mujahidin dengan menggambarkan ISIS sebagai alat AS dan sekutu-sekutunya. “Berbagai persiapan telah dilakukan untuk menghabisi khilafah dengan alasan khilafah. Orang-orang diangkut dengan pesawat dari Suriah ke provinsi Herat atas nama ISIS, dan mereka kemudian dipindahkan dari Herat ke provinsi Nangarhar menggunakan helikopter-helikopter Amerika,” kata Umar menjelaskan.

Kepada orang-orang baik dan ikhlas yang masih berada di barisan ISIS, Ashim Umar menasehati mereka untuk merenungkan dan mengamati tentang konspirasi di Afghanistan, setelah Iraq dan Syam. “Setelah Amerika dikalahkan di Afghanistan, memangnya ISIS akan berjihad melawan siapa (di Afghanistan)?” tanya Umar retoris. “ISIS akan menguat di Nangarhar meskipun Amerika bersiap untuk mundur, dan helikopter-helikopter Amerika akan mengangkut pasukan bantuan kepada ISIS.”

Umar menegaskan inilah yang terjadi di Suriah bahwa jihad ISIS diarahkan untuk melawan Mujahidin. “Ketika Mujahidin membebaskan banyak wilayah dari rezim Nushairiyah (Basyar Assad, red.), ISIS malah sibuk merebut wilayah tersebut dari Mujahidin. Hasil dari jihad ISIS yang memerangi Mujahidin sangat jelas bagi siapapun,” kata Umar. “Akankah jihad semacam itu yang akan mereka lakukan di Afghanistan? Akankah kemenangan Umat akan kembali dijual kepada kekuatan-kekuatan kafir dunia?”

Ashim Umar mengakhiri pernyataannya dengan berdoa kepada Allah untuk memberikan kekuatan dan kesabaran kepada Imarah Islam dan melindunginya dari fitnah ISIS. Demikian juga, Umar menggambarkan bahwa kemunculan ISIS dan berbagai aksi mereka telah menjadi fitnah paling berat dan mematikan bagi jihad dan Mujahidin selama empat puluh tahun terakhir.

Syaikh Ashim Umar memohon kepada Allah supaya memberikan kemenangan kepada Mujahidin di Afghanistan, Iraq, dan Syam, dan mengakhiri fitnah ISIS selamanya yang telah menikam jihad dan khilafah dari belakang.” Dia berharap kemenangan Imarah Islam Taliban bukan hanya kemenangan atas Amerika, tetapi juga kemenangan atas ISIS.

Publis by : Pejuang.Net │ Ikuti kami di channel Telegram : t.me/pejuangofficial Sumber : kiblat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad