PEJUANG.NET - Pemerintah Yaman mengecam aliran senjata-senjata Iran yang diselundupkan secara terus-menerus kepada pemberontak Syiah Hutsi. Pemerintah menyerukan masyarakat internasional untuk melawan Iran yang menargetkan Yaman dan berkontribusi untuk menghalangi upaya solusi politik.
Kecaman itu disuarakan oleh Menteri Informasi Yaman Muammar al-Eryani, ketika para pemimpin Hutsi mengatakan telah mendapatkan rudal dan drone baru yang kemungkinan besar buatan Iran.
Eryani mencatat bahwa Iran terus menyelundupkan senjata-senjata dan teknologi militer yang digunakan dalam operasi-operasi Hutsi yang menargetkan warga sipil dan mengurangi upaya-upaya untuk menyelesaikan krisis dengan cara damai.
Menteri Yaman mengungkapkan bahwa senjata dalam pameran yang diselenggarakan oleh Hutsi pada hari Ahad ini dan diadakan oleh Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC) pada awal tahun 2019 memiliki kesamaan.
Eryani menegaskan kembali tuntutan masyarakat internasional dan anggota tetap di Dewan Keamanan untuk mengambil langkah yang lebih serius guna menghentikan pelanggaran Iran yang diakibatkan dari pengimporan senjata kepada pemberontak ini.
Minggu lalu, media pro-Hutssi menyiarkan video para pemimpin dari Sanaa yang memperlihatkan jenis rudal dan drone baru di sebuah tempat rahasia. Video itu memperlihatkan Kepala Dewan Politik Tertinggi Hutsi Mahdi al-Mashat, orang kedua dalam kelompok Abdul-Karim al-Hutsi, kepala pemerintahan Houthi Abdul Aziz bin Habtoor, dan Pembicara Yahya al-Rai.
Kelompok itu berjanji untuk melakukan lebih banyak serangan terhadap warga sipil di Arab Saudi dan wilayah-wilayah bebas yang diperintah oleh pemerintah. Mereka mengklaim telah membuat senjata-senjata ini sendiri, meskipun ada penegasan oleh mantan pemimpin militer bahwa senjata-senjata seperti itu tidak ada dalam sistem persenjataan sebelum kudeta Hutsi pada akhir 2014.
Publis by : Pejuang.Net
Ikuti kami di channel Telegram : t.me/pejuangofficial
Facebook : https://www.facebook.com/pejuangofficial
Flow Twitter Kami: @PejuangNet (kt)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar