PEJUANG.NET - Ijtima Ulama IV yang akan diselenggarakan pada Senin (5/8) ini di Hotel Lorin Sentul, Bogor, Jawa Barat dinilai sebagai sikap politik yang baik.
Hal itu disampaikan pengamat politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedillah Badrun lantaran Ijtima Ulama IV dinilai upaya mencari solusi di tengah-tengah problem masyarakat.
“Ijtima Ulama IV nanti, itu upaya baik di politik. Ketika ada problem di tengah masyarakat, umat ada kegelisahan, maka ulama perlu melakukan konsolidasi. Ijtima Ulama IV itu adalah konsolidasi penting untuk menangkap pesan dan keinginan publik,” ucap Ubedillah, Minggu (4/8).
Ia berpandangan, hasil konsolidasi para ulama di Ijtima Ulama IV ini dinilai dapat melahirkan sikap politik sebagai oposisi.
“Karena oposisi itu konstruksinya positif ya. Tidak selalu dimaknai dengan posisi negatif,” jelasnya.
Ketika oposisi dimaknai sebuah langkah konstruktif, jelasnya, maka konteks perspektif ulama sama dengan amar maruf nahi munkar dalam perspektif teologi agama.
“Jadi saya kira itu dogma agama. Memilih jalan oposisi sesuai dengan teologi Islam,” tandasnya.
Sebanyak seribu ulama akan hadir pada Ijtima Ulama IV di Hotel Lorin Sentul, Bogor, Jawa Barat pada Senin (5/8) ini pukul 07.00 WIB.
Beberapa persoalan akan dibahas termasuk sikap politik mereka. Tak hanya itu, Ijtima Ulama IV juga direncanakan akan mencari sosok pengganti Prabowo Subianto untuk menjalankan pakta integritas para ulama.
Publis by : Pejuang.Net
Ikuti kami di channel Telegram : t.me/pejuangofficial
Facebook : https://www.facebook.com/pejuangofficial
Flow Twitter Kami: @PejuangNet
Sumber : rmol
Tidak ada komentar:
Posting Komentar