Hamas dan PLO Kompak Tolak Konferensi Manama - Pejuang.Net - Pusat Berita Islam Indonesia

Pejuang.Net - Pusat Berita Islam Indonesia

Situs Islam Rujukan

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Minggu, 30 Juni 2019

Hamas dan PLO Kompak Tolak Konferensi Manama

Foto : Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh
PEJUANG.NET - Palestina menolak rencana perdamaian yang digagas Amerika Serikat dalam penyelesaian konflik Israel-Palestina pada Konferensi Manama, Rabu lalu (26/6). Sebelumnya Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pertemuan Manama adalah untuk mendorong perdagangan dan investasi di Palestina. AS memilih akan mengabaikan kepentingan politik atas situasi yang memanas di kedua negara tersebut.

Dilansir dari Reuters, dalam pertemuan negara-negara Teluk di Bahrain, AS diwakili oleh menantu Presiden, Jared Kushner, memberikan dukungan penuh terhadap perdamaian tersebut. AS juga menekankan bahwa penyelesaian perdamaian harus didasarkan atas solusi untuk kedua negara.

Kushner mengatakan kepada wartawan bahwa timnya akan merilis rincian politik rencana tersebut yang saat ini detilnya masih bersifat rahasia. “Ketika kami siap, kami akan segera merilisnya. Kami masih melihat keadaan yang terjadi,” ujarnya.

Kesepakatan damai tersebut, terang Kushner, akan segera terlaksana ketika kedua belah pihak siap. Dirinya tak menampik kemungkinan kedua negara mungkin tidak akan sepakat dengan usulan tersebut.

Baik pemerintah Israel maupun Palestina, tidak menghadiri pertemuan itu. Selama bertahun-tahun kedua negara masih mengalami kebuntuan dalam upaya penyelesaian konflik yang telah berlangsung lebih dari tujuh puluh tahun.

Pejabat senior Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Hanan Ashrawi, mengatakan bahwa konferensi yang berlangsung di kota Manama sangat tidak jujur.

“Ini benar-benar tidak berdasarkan realitas yang ada. Yang diuntungkan jelas Israel itu sendiri,” ujar Hanan saat penjelasan pers di Ramallah, Tepi Barat.

Saat konferensi berlangsung, ribuan warga Palestina berdemonstrasi di Jalur Gaza yang dikuasai Hamas. Mereka membakar poster Trump dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

“Tidak untuk konferensi pengkhianatan, tidak untuk konferensi yang memalukan,” begitu tulisan di sebuah spanduk.

Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, mengkritik rencana tersebut dan menganggapnya sebagai tipuan terhadap rakyat Palestina.

“Uang tidak harus mengorbankan hak abadi kita. Tidak pula dengan mengorbankan Yerussalem atau dengan mengorbankan kedaulatan dan perlawanan,” katanya.

Pada konferensi tersebut, banyak negara Arab termasuk Lebanon menolak untuk hadir. Namun Yordania dan Mesir yang diketahui telah meneken kesepakatan damai dengan Israel, masing-masing mengirim wakil menterinya.


Publis by : Pejuang.Net 
Ikuti kami di channel Telegram : t.me/pejuangofficial
Facebook : https://www.facebook.com/pejuangofficial
Flow Twitter Kami: @PejuangNet (kt)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad